Breaking

Post Top Ad

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Rabu, 11 Agustus 2021

Kemudahan Belajar di Era Pandemi Melalui Chromebook

 


Kemajuan teknologi terus berkembang pesat. Hal ini ikut mendorong dunia pendidikan agar beradaptasi dengan kemajuan teknologi. Melalui teknologi informasi, satuan pendidikan akan dimudahkan dalam mengimplementasikan kegiatan belajar mengajar. Utamanya di era pandemi yang membatasi berbagi kegiatan. Salah satunya membatasi kegiatan tatap muka di sekolah.

Seiring dengan kemajuan teknologi, pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek mengeluarkan berbagai kebijakan dalam meningkatkan kualitas layanan pembelajaran, baik di sekolah maupun di rumah. Salah satunya adalah melalui pemberian bantuan Chromebook. Ini merupakan bagian untuk memfasilitasi pembelajaran daring akibat pandemi.

Chromebook sendiri adalah perangkat berbasis web yang dapat dibagikan dan digunakan untuk mengakses internet, memperkaya aplikasi, dan ekstensi yang kuat, dengan pembaruan otomatis dan keamanan multi-layer.

“Chromebook ini untuk memaksimalkan peningkatan kualitas belajar peserta didik di era pandemi. Ini juga bisa digunakan untuk update kemampuan orang tua, guru dan putra-putri didik terhadap perkembangan dan kemajuan teknologi. Peserta didik harus lebih diliterasi lagi karena mereka adalah anak-anak yang sedang tumbuh,” tegas Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Dra.Sri Wahyuningsih, M.Pd., saat membuka webinar Chromebook untuk Pendidikan yang tayang di channel Youtube Direktorat Sekolah Dasar, Selasa, 3 Agustus 2021.

Kegiatan sharing ini juga dihadiri Pepita Gunawan, B.A, M.B.A Founder and Managing Director, REFO, serta dua narasumber lainnya, Subandi, MM, Dosen Universitas Budi Luhur dan Kukuh Harsanto, M.Kom, Dosen Universitas Budi Luhur.

Pepita Gunawan menjelaskan, sangat beruntung orang-orang yang mendapatkan bantuan Chromebook dari pemerintah. Menurutnya, Chromebook bukan sembarang laptop. Itu merupakan perangkat yang mampu merubah mindset.

“Chromebook ini adalah sebuah perangkat yang bisa memaksa kita untuk berubah mengikuti perkembangan zaman. Berubah untuk memenuhi kebutuhan anak-anak didik kita, untuk masa depan mereka. Di tengah pandemi ini, Chromebook sangat membantu guru dan orang tua yang mendampingi putra putrinya belajar secara daring,” ujar Pepita menjelaskan.

Pepita juga membagikan kisah inspiratif yang datang dari salah satu guru bernama Victor. Guru ini juga wakil kepala sekolah di pedalaman NTT. Ia merupakan salah satu guru yang yang beruntung karena mendapatkan Chromebook dari pemerintah. Victor sangat bersemangat mempelajari perangkat lunak untuk memudahkan proses belajar mengajar. Victor bahkan mendorong guru-guru lainnya untuk sama-sama belajar menggunakan Chromebook. Karena keterbatasan infrastruktur dan internet untuk mengakses Chromebook, Victor akhirnya mengajak guru dan peserta didik lainnya ke hutan.

“Bapak Victor mengajak guru-guru dan siswa ke hutan dekat sekolah supaya bisa mendapatkan koneksi internet agar bisa menggunakan Chromebook-nya. Mereka tidak khawatir akan kehabisan daya membawa Chromebook ke tengah hutan karena baterainya tahan lama,” tutur Pepita.

Dan pada akhirnya, ujar Pepita, teknologi hanya sebuah benda dan perangkat yang akan berfungsi dengan canggih jika penggunanya juga canggih. Pengguna yang canggih bukan berarti ia harus memiliki ilmu tentang teknologi yang luar biasa. Tapi kecanggihannya di sini meliputi semangat, komitmen yang disertai dengan rasa ingin belajar tinggi.

“Ini sebuah inspirasi buat kita semua. Semoga dengan kisah Bapak Victor ini kita bisa menambah semangat lagi. Dari kisah ini bisa disimpulkan secanggih-canggihnya teknologi masih bergantung dari kecanggihan penggunanya. Selaras juga dengan istilah the man behind the gun. Tapi bagi kita semua sebagai pengajar, yang paling berpengaruh adalah the teacher behind the Chromebook,” pungkasnya.

Sementara itu, Kukuh Harsanto, M.Kom, Dosen Universitas Budi Luhur menjelaskan soal penggunaan fitur Chromebook dalam pembelajaran jarak jauh. Di dalam Chromebook, murid dan guru dapat mengakses Google grup, Google classroom dan Google Meet sebagai media belajar mengajar.

Google Group ini menjadi solusi bagi siswa maupun guru yang merasa bingung karena terlalu banyak grup. Menjadi solusi bagi Handphone yang menjadi lambat karena banyak menyimpan data. Dengan menggunakan Google Group, murid dan guru juga tidak perlu khawatir lagi  data akan hilang dari handphone.

“Selain itu, Google Group di Chromebook itu bisa mengakses semuanya tanpa harus membuat banyak email. Kita cukup membuat satu Gmail saja untuk membuat Google grup. Dan di dalamnya nanti ada berbagai macam pilihan,” papar Kukuh.

Peserta didik dan guru juga dapat menggunakan Google Classroom. Itu adalah platform daring (online) untuk semua hal yang ada dalam pembelajaran dan yang berkaitan dengan siswa. Google Classroom juga menjadi sebuah tempat untuk menambahkan, memberikan, mengulas dan menilai tugas.

“Penggunaan Google Classroom di bidang pendidikan yaitu di antaranya memberikan tugas kepada siswa dan memulai diskusi dengan siswa. Dalam Google Classroom juga ada fitur video call,” ujarnya.

Selanjutnya, guru dan murid juga dapat mengakses Google meet. Ini merupakan alat untuk membuat dan bergabung dengan pertemuan video.  Penggunaan Google Meet di bidang pendidikan membantu untuk pelajaran tatap muka virtual baik perorangan maupun seluruh kelas.

“Google meet juga bisa mengundang sesi pelatihan virtual dengan kolega dari tempat lain atau dari rumah. Dalam Google meet, pengguna bisa melihat para peserta, menulis chat, melakukan presentasi, serta dapat mengaktifkan dan mematikan audio-video,” pungkasnya. (Hendriyanto)

Sumber : https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/kemudahan-belajar-di-era-pandemi-melalui-chromebook

Halaman